Unsyiah Pecahkan Rekor Jumlah Lulusan Cum Laude

Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) kembali melepas para wisudawan dalam upacara wisuda pascasarjana, pendidikan profesi, serta sarjana dan diploma, Rabu dan Kamis (27-28/8) di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh. Dalam wisuda perioda Mei-Juli 2014 yang berlangsung dua hari tersebut, Unsyiah memecahkan record jumlah wisudawan yang lulus dengan tingkat yudisium sangat istimewa (cum laude). Jumlah wisudawan yang berhasil mencapai tingkat yudisium tertinggi tersebut sebanyak 210 orang, di mana jumlah terbanyak berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), yaitu sebanyak 88 orang.

Secara keseluruhan, Unsyiah dalam upacara tersebut melepas 1.892 orang wisudawan dari berbagai tingkat lulusan. Jumlah lulusan terbanyak juga berasal dari FKIP, yaitu sebanyak 718 orang. Sementara jumlah wisudawan paling sedikit berasal dari salah satu fakultas termuda di Unsyiah, yaitu Fakultas Kelautan dan Perikanan yang hanya mewisuda 5 orang lulusan.

Lulusan terbanyak memang hampir selalu berasal dari FKIP, mengingat jumlah mahasiswa terbanyak juga berasal dari fakultas tersebut. Unsyiah melaksanakan empat kali upacara wisuda setiap tahunnya, yaitu di bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Rata-rata jumlah wisudawan yang dilepas untuk setiap kali wisuda adalah sekitar 1.600 orang. Jumlah wisudawan yang dilepas kali ini juga termasuk yang terbanyak dalam sejarah upacara wisuda Unsyiah. Setelah pelepasan lulusan terakhir ini, jumlah alumni Unsyiah menjadi 95.914 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 24.528 orang adalah lulusan diploma (D3), sisanya merupakan lulusan sarjana, pendidikan profesi, dan pascasarjana. Sementara, saat ini, Unsyiah juga masih memiliki sekitar 35.000 mahasiswa aktif.

Dalam sambutannya, rektor Unsyiah, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M. Eng, menyebutkan bahwa jumlah lulusan perguruan tinggi yang semakin bertambah ini akan mempersulit kompetisi antar lulusan di bursa kerja, apalagi mulai tahun depan, dengan skema ASEAN Community, lulusan perguruan tinggi dari Indonesia bukan hanya harus berkompetisi dengan sesamanya, tetapi juga dengan para lulusan yang berasal dari negara-negara ASEAN lainnya.

“Namun demikian, jika dilihat dari perspektif berbeda, skema ASEAN Community tahun depan justru akan memberikan banyak kemudahan. Salah satunya adalah akan terciptanya peluang pasar yang lebih besar untuk berbagai produk barang dan jasa, karena cakupan wilayah akan diperluas menjadi 4,47 juta kilometer persegi. Di sisi lain, jumlah populasi juga akan bertambah banyak, yaitu menjadi sekitar 600 juta jiwa. Jumlah ini sangat potensial untuk pengembangan berbagai produk wira usaha,” lanjut Samsul dalam pidatonya.

Pada akhir pidatonya, Samsul mengajak para lulusan untuk lebih mengenal kelebihan dan keunikan individu masing-masing, karena hal itu akan menjadi modal istimewa dalam bersaing di bursa kerja. Dan modal unik tersebut tidak dimiliki orang lain.(i’m)